| Luas | 7.730,88 km²[2] |
| Populasi | |
| -Total | 254.503 jiwa (2017)[2] |
| -Kepadatan | 33 jiwa/km2 |
| Demografi | |
| -Agama | Islam 90.82% Kristen Protestan 4.67% Katolik 3.88% Budha 0.37% Hindu 0.26% Lainnya 0.005% |
| -Bahasa | Indonesia |
| -IPM | 71,00 (2016)[3] |
| -Zona waktu | UTC+08:00 WITA |
| -Kodepos | 76251-76283 |
| Pembagian administratif | |
| -Kecamatan | 10 |
| -Kelurahan | 5 |
| -Desa | 139 |
Masa Kemerdekaan Indonesia[sunting | sunting sumber]
- Sampai dengan 1959, wilayah Paser berstatus kewedanaan di dalam wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
- Undang-undang No. 27 tahun 1959 tanggal 29 Desember 1959, Wilayah Paser direstui dan diresmikan Kepala Daerah Swatantra Tingkat Kalimantan Selatan menjadi daerah otonom, meliputi sembilan kecamatan dan terdiri dari 91 desa dan ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Paser.
- 3 Agustus 1961, Daerah Swatantra Tingkat II Paser dimasukkan ke dalam wilayah Kalimantan Timur.
- PP No. 21 Tahun 1987, tanggal 13 Oktober 1987, Kabupaten Paser yang semula terdiri dari sembilan Kecamatan menjadi 10 kecamatan yaitu dengan dimasukkannya Kecamatan Balikpapan Seberang dari wilayah Kotamadya Dati II Balikpapan ke wilayah Paser, dengan nama Kecamatan Penajam.
- Undang-undang No. 7 Tahun 2002, Tentang Pembentukan Kabupaten Penajam Paser Utara di Provinsi Kalimantan Timur(Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4182), di mana empat wilayah kecamatannya, yaitu: Kecamatan Babulu, Kecamatan Waru, Kecamatan Penajam dan Kecamatan Sepaku berpisah dari Kabupaten Paser dan menjadi Kabupaten Penajam Paser Utara.